Malang, 27 Juli 2025 – Di era serba digital, keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan menembus pasar online. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor ini menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia—namun banyak pelaku UMKM masih tertinggal dalam transformasi digital.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang (FT Malang) menggelar Kelas Berseri #3: Strategi Pemasaran Digital pada Minggu (27/7) di Aula Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Ciptomulyo Berseri dalam ekosistem SIGARAN ATI (Solusi Integrasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Iklim) yang juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebagai narasumber utama, hadir Deny Meitasari, S.P., M.Sc, Dosen Agribisnis FP UB, yang memaparkan strategi pemasaran digital UMKM secara praktis dan aplikatif. Sesi juga dilengkapi dengan sharing session dari Susi Kurnia, pendamping sertifikasi halal, yang membagikan pengalamannya membantu UMKM mempersiapkan legalitas dan membangun kepercayaan pasar.

Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta belajar membuat akun Google Bisnis, Shopee, ShopeeFood, hingga WhatsApp Business. Mahasiswa KKN juga membantu pembuatan logo, desain banner, dan strategi kemasan yang menarik.
“Banyak UMKM punya produk bagus, tapi tidak tahu cara menjualnya secara online. Hari ini kami ingin membekali mereka agar mandiri dalam memasarkan produknya,” ujar Deny.
Kisah inspiratif datang dari Erni, produsen keripik tempe dan sambal khas Malang, yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan di pasar tradisional.
“Saya baru tahu cara buat akun seller Shopee pas anak KKN bantuin praktik. Sekarang saya punya rencana untuk mulai jualan online,” ucap Erni sambil tersenyum.
Sementara itu, Nur, pemilik Nayla’s Cookies, berharap program ini memiliki tindak lanjut.
“Kalau bisa nanti dibantu juga pemotretan produk UMKM buat promosi,” katanya.
Perwakilan Pertamina FT Malang, Doly Pratama Yudha, menegaskan bahwa sinergi lintas pihak menjadi kunci peningkatan daya saing UMKM.
“Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, perusahaan, dan masyarakat bisa menghasilkan solusi nyata. Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar naik kelas dan berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para pelaku usaha tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesadaran akan pentingnya citra digital, legalitas, dan branding dalam memenangkan pasar. Program ini sejalan dengan SDG1 (No Poverty), SDG5 (Gender Equality), SDG8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG17 (Partnerships for the Goals).
Kegiatan ditutup dengan semangat baru dari para peserta—membawa pulang pengetahuan, keterampilan, dan harapan untuk masa depan usaha mereka. Ketika UMKM bergerak maju, ekonomi rakyat pun menguat, dan cita-cita SDGs untuk kesejahteraan berkelanjutan semakin dekat terwujud.