Malang, 12 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang, mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme bagi warga Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota PKK Kelurahan Ciptomulyo dan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna tinggi.

Pelatihan ini merupakan salah satu aktivitas dari program Ciptomulyo Berseri, yang terintegrasi dalam ekosistem SIGARAN ATI (Solusi Integrasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Iklim)—sebuah inisiatif kolaboratif untuk mendorong pengelolaan sampah terpadu berbasis komunitas yang adaptif terhadap isu perubahan iklim.
Edukasi dan Aksi Nyata
Dalam sesi yang interaktif dan aplikatif, peserta diperkenalkan pada eco enzyme, cairan hasil fermentasi dari limbah dapur seperti kulit buah, sisa sayuran, gula, dan air, yang memiliki berbagai fungsi mulai dari pembersih alami, pupuk organik, hingga penghilang bau.
Dua mahasiswa KKN, Fatur dan Yoga, memandu proses pelatihan mulai dari teori dasar, langkah-langkah pembuatan, hingga praktik langsung bersama peserta. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka saat praktik membuat eco enzyme dalam kelompok kecil.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Industri
Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi multipihak antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, komunitas warga, dan dukungan dunia usaha melalui CSR Pertamina. Komitmen ini memperkuat peran semua pihak dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap tantangan lingkungan.
“Kami melihat potensi besar dari inisiatif komunitas seperti ini. Pertamina berkomitmen untuk mendorong praktik keberlanjutan di tingkat akar rumput melalui kolaborasi dengan akademisi dan kelompok masyarakat,” ujar Doly Yudha Pratama, Fuel Terminal Manager Malang.
Menuju Lingkungan Bersih, Mandiri, dan Tangguh Iklim
Dengan semangat gotong royong, pelatihan ini menjadi titik awal untuk memperluas praktik pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Harapannya, warga dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing.
Sebagai bagian dari Program Ciptomulyo Berseri, kegiatan ini menunjukkan bahwa transisi menuju lingkungan bersih dan tangguh iklim dapat dimulai dari skala terkecil, yakni keluarga dan komunitas.