Pertamina FT Malang dan Yayasan Konservasi Penyu Jatim Gelar Edukasi Lingkungan dan Budaya “Mamayu Hayuning Bawono”

Pertamina FT Malang dan Yayasan Konservasi Penyu Jatim Gelar Edukasi Lingkungan dan Budaya “Mamayu Hayuning Bawono”

Malang, 26 Juni 2025 — Dalam semangat pelestarian lingkungan sekaligus menjaga kearifan budaya lokal, Pertamina Fuel Terminal (FT) Malang bersama mitra binaan Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Mamayu Hayuning Bawono”, di kawasan konservasi Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut, namun juga menjadi ruang pelestarian budaya dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah atau 1 Suro, sebuah momentum sakral dalam tradisi Jawa.

Rangkaian acara meliputi Sekolah Alam Konservasi Penyu untuk pelajar, kunjungan ke fasilitas konservasi, serta pelepasliaran 1.000 ekor tukik ke habitat alaminya di perairan Pantai Modangan. Kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan berbagai kelompok tari kesenian lokal yang membawakan pertunjukan budaya bernuansa lingkungan dan spiritualitas Jawa, menambah kekhidmatan dan kekayaan nilai dalam acara ini.

Acara ini berlangsung berkat kolaborasi sinergis antara Pertamina, Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur, Pemerintah Desa Sumberoto, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Masyarakat umum pun turut hadir dan antusias menyambut kegiatan yang sarat nilai edukatif ini.

Turut hadir membuka acara secara resmi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Bapak Purwoto, S.Sos., M.Si, bersama Kepala Desa Sumberoto, Bapak Budi Utomo, SE., MM. Hadir pula perwakilan dari BKSDA Provinsi Jawa Timur, Perhutani KPH Malang, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, serta para duta budaya Joko Roro Kabupaten Malang dan Kangmas Nimas Kota Batu.

“Pelepasliaran tukik ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap ekosistem laut. Semoga bisa menjadi daya tarik wisata edukatif yang berkelanjutan,” ujar Purwoto dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, pihak Pertamina menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat pesisir.

“Pertamina senantiasa berkomitmen kuat untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya-upaya positif pelestarian lingkungan. Pengembangan fasilitas konservasi di Pantai Modangan ini merupakan bukti nyata komitmen kami. Kami berharap, fasilitas ini tidak hanya memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Pantai Modangan, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisata yang berbasis edukasi dan konservasi.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan dan ruang pembelajaran lintas generasi mengenai pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya, sejalan dengan filosofi Mamayu Hayuning Bawono, yakni memelihara dan memperindah dunia.

Share the Post: