Perkuat Pembelajaran STEM, SDN Ciptomulyo 2 Malang Jadi Pilot Project Sekolah Energi Berdikari (SEB) Pertamina

Malang – SDN Ciptomulyo 2 Malang menjadi salah satu sekolah di Kota Malang yang terpilih dalam Program Sekolah Energi Berdikari (SEB) 2025. Program ini merupakan kolaborasi Pertamina dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ibu Nursyamsiyah, S.Pd., sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah pilot project untuk penguatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di tingkat Sekolah Dasar.

Program SEB diarahkan untuk memperkenalkan STEM secara praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kepala SDN Ciptomulyo 2 Malang, Ibu Nursyamsiyah, mengatakan bahwa program ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. “Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam praktik dan proyek sederhana yang bisa mereka pahami,” ujarnya.

Dalam program ini, sekolah mendapatkan dukungan fasilitas laboratorium STEM, termasuk perangkat 3D digital printing untuk melatih kreativitas, desain, dan pemecahan masalah berbasis rekayasa. Sekolah juga membentuk kelompok siswa Green Warrior sebagai wadah keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan lingkungan dan energi berkelanjutan. Siswa dilibatkan dalam kegiatan, seperti pembuatan ecoenzim, edugarden herbal, pemanfaatan panel surya, pengolahan sampah menjadi produk guna, akuaponik, alat filter, dan pembuatan es potong bunga telang dan rosella.

Pendampingan dilakukan oleh tim, Dr. apt. Rita Rakhmawatisebagai PIC dari UNS, serta dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang yang diwakili oleh Bapak Miqdad Muhammad selaku Community Development Officer. Program ini melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan pertama pada 15 Desember 2025 dan kunjungan kedua pada 12 Januari 2026, yang berfokus pada penguatan konsep STEM, pemanfaatan alat laboratorium, serta pengerjaan proyek. Pengukuran pemahaman siswa dan guru terhadap STEM dilakukan melalui pre-test dan post-test.

Serangkaian acara ini akan ditutup dengan adanya gelar Karya Proyek STEMpada9 Februari 2026 mendatang. Melalui Program Sekolah Energi Berdikari, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi role model penguatan pendidikan STEM di tingkat Sekolah Dasarsekaligus dapat meningkatkan minat siswa dan mengenalkan peluang karier di bidang STEM sejak dini.

Share the Post: