Malang — PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang bersama Perhutani KPH Malang melaksanakan kegiatan penanaman 100 bibit alpukat di lahan seluas 1 hektar di Desa Ngadas, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada 15 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pertamina AgroFores-Tree Initiative, gerakan penanaman pohon untuk mewujudkan Tengger yang hijau dan lestari.
Penanaman ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan pengayaan hutan di sepanjang jalur wisata menuju kawasan Bromo–Tengger. Kawasan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai daerah penyangga ekosistem sekaligus koridor wisata yang setiap tahunnya menerima ribuan pengunjung. Penguatan tutupan vegetasi di area ini diharapkan mampu menjaga stabilitas tanah, meningkatkan daya resap air, serta memperbaiki kualitas lanskap kawasan.
Melalui pendekatan agroforestri, program ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan fungsi ekologis, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Pemilihan bibit alpukat mempertimbangkan aspek kesesuaian lahan dan nilai produktifnya, sehingga selain memperkuat struktur hutan, tanaman ini juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi di masa mendatang.
Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Malang, Doly Pratama Yudha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung rehabilitasi kawasan hutan dan ketahanan lingkungan. “Melalui Pertamina AgroFores-Tree Initiative, kami ingin memastikan bahwa penanaman pohon tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi investasi ekologi jangka panjang yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Perhutani KPH Malang, Hadi Mustofa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan dukungan yang diberikan. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat upaya rehabilitasi dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis seperti jalur menuju Bromo,” ungkapnya.

Program ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pertamina dalam mendukung konservasi sumber daya alam, pengurangan risiko degradasi lahan, serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan.
Melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, Pertamina bersama Perhutani berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat lanskap hijau Tengger serta membangun model rehabilitasi hutan berbasis kemitraan yang berdampak jangka panjang.